Semarang — Suasana berbeda terlihat di dua persimpangan sibuk Kota Semarang, yakni Traffic Light Kalibanteng dan Simpang Wisma Perdamaian, pada Jumat pagi (26/6/2026). Alih-alih razia lalu lintas, para pengendara yang berhenti di lampu merah justru disambut personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Tengah bersama pengurus Lembaga Anti Narkotika (LAN) Jawa Tengah yang membawa selebaran edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan sosialisasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, sebagai bagian dari upaya bersama menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman narkoba yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum.

Edukasi Langsung ke Pengguna Jalan

Ratusan lembar selebaran berisi informasi mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan, kehidupan sosial, hingga masa depan generasi muda dibagikan langsung kepada pengendara roda dua maupun roda empat. Rombongan Ditresnarkoba Polda Jateng turun bersama pengurus LAN Jateng yang dipimpin Ketua LAN Jateng, Bejo Sukarminto, menyapa dan berdialog singkat dengan warga yang melintas.

Pendekatan yang dipilih sengaja dibuat bersahabat dan humanis, dengan menyasar ruang publik yang setiap hari dilalui ribuan warga, sehingga pesan pencegahan narkoba dapat menjangkau masyarakat secara langsung tanpa kesan menggurui.
 

Momentum Perkuat Sinergi Aparat dan Masyarakat

Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jateng, AKBP Wiyoto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin bersama LAN Jateng dalam kegiatan tersebut. Ia menilai keterlibatan organisasi masyarakat semacam LAN Jateng memperluas jangkauan edukasi antinarkoba, sehingga pesan pencegahan bisa lebih cepat diterima oleh warga dari berbagai kalangan.

Senada dengan itu, Penasehat LAN Jawa Tengah, A. Masduki Rifat, SH, MSI, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Ditresnarkoba Polda Jateng kepada LAN Jateng untuk turut serta dalam aksi sosialisasi di jalan raya. Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat merupakan kunci memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika secara lebih luas dan berkelanjutan.



Diselingi Aksi Sosial "Jumat Berkah"


Selain edukasi bahaya narkoba, kegiatan ini juga dirangkai dengan program Jumat Berkah berupa pembagian sarapan gratis kepada warga yang melintas di kedua lokasi. Aksi sosial ini disambut antusias oleh masyarakat dan menjadi cara lain untuk mendekatkan pesan pencegahan narkoba dengan kehidupan sehari-hari warga. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para donatur yang mendukung terlaksananya program tersebut.
 

Mengapa Edukasi Semacam Ini Penting?

Kegiatan sosialisasi di ruang publik seperti ini menjadi relevan mengingat tren peredaran narkoba di Jawa Tengah masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang pernah disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Yos Guntur Yudi F.S., sepanjang Januari hingga Juni 2026, Ditresnarkoba Polda Jateng bersama jajaran Polres mengungkap 1.201 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika, dengan 1.485 tersangka diamankan serta barang bukti narkotika dan obat berbahaya seberat lebih dari 215 kilogram</cite>. Kota Semarang sendiri masih menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam peredaran narkoba, seiring modus pelaku yang kian memanfaatkan teknologi untuk mengelabui aparat.

Data tersebut menegaskan bahwa penindakan hukum saja tidak cukup. Upaya pencegahan lewat edukasi publik, seperti yang dilakukan di lampu merah Kalibanteng dan Simpang Wisma Perdamaian, menjadi garis depan yang menyasar masyarakat sebelum masalah narkoba berkembang lebih jauh.

Ajakan untuk Masyarakat

Melalui kegiatan ini, Ditresnarkoba Polda Jateng dan LAN Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing. Masyarakat yang mengetahui adanya indikasi peredaran atau penyalahgunaan narkoba diimbau untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang guna mendukung upaya pencegahan sejak dini.



Kolaborasi antara kepolisian dan organisasi masyarakat seperti LAN Jateng diharapkan terus diperkuat ke depan, sebagai bagian dari ikhtiar bersama menciptakan Jawa Tengah yang bersih dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.


Kegiatan ini juga diberitakan di beberapa media:

Sapa Pengendara di Lampu Merah, Ditresnarkoba Polda Jateng dan LAN Tebar Pesan Antinarkoba https://harianterkini.id/2026/06/27/sapa-pengendara-di-lampu-merah-ditresnarkoba-polda-jateng-dan-lan-tebar-pesan-antinarkoba/

Peringati HANI 2026, Ditresnarkoba Polda Jateng dan LAN “Kepung” Lampu Merah di Semarang - https://beritasemarang.id/peringati-hani-2026-ditresnarkoba-polda-jateng-dan-lan-kepung-lampu-merah-di-semarang/

Gandeng LAN Jateng, Ditresnarkoba Polda Jateng Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di Lampu Merah https://inilahjateng.com/gandeng-lan-jateng-ditresnarkoba-polda-jateng-gelar-sosialisasi-bahaya-narkoba-di-lampu-merah/

Wawasan: https://wawasan.co/news/detail/23442/gandeng-lan-ditresnarkoba-polda-jateng-gelar-sosialisasi-bahaya-narkoba-di-semarang

Folkstime: https://folkstime.id/ditresnarkoba-polda-jateng-lan-jateng-sosialisasi-bahaya-narkoba-hani-2026-semarang/